Home 5 Suara Kustodi 5 Temu Kerabat Muda dan Perayaan Transitus St. Fransiskus Assisi
transitus-2014

Temu Kerabat Muda dan Perayaan Transitus St. Fransiskus Assisi

“Dalam rangka memperingati hari raya St. Fransiskus Assisi setiap 4 Oktober, maka dari Sekretariat Dewan Penginjilan dan Misi OFM Papua mengundang para kawula muda untuk hadir dalam kegiatan temu kerabat muda st. Fransiskus Assisi”

Ungkapan ini disampaikan oleh Sekretaris Dewan Pengijilan dan Misi OFM Papua Pater Tarsisius Sina Lengari, OFM dalam acara pembukaan Temu Kerabat Muda St. Fransiskus Assisi, Jumat (30/9), di Aula Semadi St. Klara Sentani. Kegiatan Temu Kerabat Muda Fransiskan ini selain merayakan hari raya St. Fransiskus Assisi tetapi lebih dari itu mengajak kawula muda untuk belajar semangat dan jiwa dari St. Fransiskus Assisi. Santo Fransiskus Assisi dikenal sebagai seorang yang meninggalkan kemewahannya untuk hidup dalam kesederhaan, total dalam pelayanan, rasa persaudaraan yang kuat, cinta akan lingkungan dan keadilan serta kedamaian.
Oleh karena itu pada kegiatan yang sudah dilaksanakan dua kali ini, panitia penyelenggara kegiatan mengajak para kawula muda St. Fransiskus Assisi untuk merenungkan tema “Tuhan, Jadikanlah Kami Pembawa Damai”. Tema yang diangkat ini merupakan semangat hidup yang selalu dihayati oleh St. Fransiskus Assisi semasa hidupnya. Pada kesempatan ini, menghadirkan pemateri dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua untuk memberikan pemahaman terkait bahaya Narkoba bagi kaum muda. Selain itu BNN, panitia juga menghadirkan Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Fransiskan Papua (SKPKC FP) untuk memberikan pemaham terkait dengan kekerasan dalam kehidupan kaum muda.

“Kami merasa senang dan bahagia. Kurang lebih tiga hari mengikuti kegiatan ini, saya dapat mengenal teman-teman saya dari paroki yang lainnya dan selain itu saya dapat belajar sedikit jiwa dan semangat dari St. Fransiskus Assisi. Apa yang saya peroleh selama kegiatan ini semoga dapat saya terapkan dalam kehidupan saya sebagai seorang pelajar,” ungkap Vensia Kelen salah satu peserta Temu Kerabat Muda dari Paroki St. Klara Taja Lere.

Dalam sambutan pembukaannya Kustos/Pimpinan OFM Papua Pater Gonsa Saur, OFM mengajak para peserta untuk mulai dan terus menanamkan semangat cinta akan perdamaian dalam keseharian hidupnya. Para kaum muda-mudi diharapkan dapat menjadi duta/pembawa kedamaian dimana saja berada.

Hal senada juga disampaikan oleh Fr. David Losor, OFM.
“Semangat para kaum muda sangat luar biasa. Semangat dan jiwa dari Gereja ada di pundak mereka. Harapannya adalah apa yang didapat dalam kegiatan ini tidak habis dalam kegiatan tetapi dapat dipulang ke kehidupan mereka. Mereka diharapkan menjadi duta/pembawa damai dalam kehidupan bersama mereka,” pesan Fr. David Losor, OFM.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Jumat (30/9) sampai dengan Minggu (2/10). Kegiatan ini melibatkan para kaum muda dari Paroki St. Klara Taja Lere, Paroki St. Fransiskus Assisi APO Jayapura, Paroki St. Petrus dan Paulus Argapura, Stasi Kampung Harapan, Stasi Bintang Laut Depapre dan para frater OFM Papua.

Dalam masa persiapan menyongsong hari raya St. Fransiskus Assisi 4 Oktober, keluarga besar Fransiskan dan Fransiskan serta Persaudaran Fransiskan Sekuler mengenang kematian St. Fransiskus Assisi di Gereja Paroki Terang Dunia Waena, Senin (3/10). Pengenangan akan kematian ini disebut dengan Perayaan Transitus.

“Transitus itu berasal dari bahasa Italia “Transito” yang berarti peralihan. Sebetulnya merupakan masa peralihan dari kehidupan yang lama ke kehidupan baru. Atau masa peralihan dari kehidupan dunia ke kehidupan surgawi yang dikenal dalam iman. Perayaan Transitus itu dimana para saudara fransiskan mengenang kematian St. Fransiskus Assisi dengan sejumlah peristiwa yang terjadi, termasuk nasiat St. Fransiskus Assisi kepada para saudara-saudaranya,” jelas Pater Tarsi Lengari, OFM tentang makna transitus tersebut.

Dengan peristiwa transitus ini, St. Fransikus Assisi mengajak kepada para saudaranya untuk tidak melihat maut atau kematian tersebut sesuatu yang menyedihkan dan menakutkan tetapi peristiwa tersebut dilihat sebagai sesuatu yang membahagiakan dan menggembirakan.
Setelah merayakan Perayaan Transitus, keluarga besar melanjutkan dengan resepsi bersama. Selain keluarga besar fransiskan/fransiskanes, diundang juga dalam kegiatan tersebut umat dan tarekat/ordo yang lainnya untuk bersama dalam suasana transitus tersebut.

Selamat Merayakan Hari Raya St. Fransiskus Assisi Pencinta Damai Dan Alam Semesta!!!!!

(DL,OFM)

Check Also

imam-web

Perayaan Tahbisan Dua Imam OFM Papua: Pater Alfonsius Remigius Seran, OFM dan Pater Yeremias Lado, OFM

“Saudara Remi dan Yeri yang kami kasihi, hari ini kalian berdua ditahbiskan menjadi imam, menjadi ...

Tinggalkan Balasan