Home 5 Papua Aktual 5 Solidaritas Untuk Masyarakat Adat Nifasi, Kabupaten Nabire
pertambangan di nifasi nabire

Solidaritas Untuk Masyarakat Adat Nifasi, Kabupaten Nabire

SIARAN PERS “Solidaritas Untuk Nifasi” Nabire,18 Maret 2017

Menyimak konflik perebutan block, lahan tambang emas di bantaran Sungai Mosairo, Wilayah Adat Suku Wate,Khususnya Kampung Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire Papua oleh PT. Kristalin Eka Lestari (PT.KEL) dan PT.Tunas Anugrah Papua (PT.TAP) yang terus terkatung-katung dan tak ada sebuah solusi yang mendesak dari pihak-pihak terkait. Maka kami dari Solidaritas Untuk Nifasi, sebagai wadah independent yang berkontribusi guna mendorong penyelesaian arif dan bijaksana atas konflik ulayat Suku Wate, Kampung Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire-Papua yang menghargai kolektif pemilik hak masayarakat, menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Kami meminta kepada Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia) untuk segera menarik oknum-oknum TNI-AD yang terlibat mengintervensi konflik perebutan blok di bantaran Sungai Mosairo, Ulayat Suku Wate Khususnya, Kampung Nifasi,Nabire-Papua. Karena, kehadiran oknum TNI-AD terkesan membekap salah satu perusahaan dan memasung hak keinginan masyarakat pemilik secara kolektif bertindak seperti pemilik investasi/atau berbisnis dan mengacaukan tatanan adat kekeluargaan. Hal ini dapat disesuaikan dengan UU RI No. 34 Tahun 2004 tentang; “Tentara Nasional Indonesia, Pasal 39,Berbunyi : “Prajurit dilarang terlibat dalam: Kegiatan menjadi anggota partai politik;kegiatan politik praktis;kegiatan bisnis; dan kegiatan untuk dipilih menjadi anggota legislatif dalam pemilihan umum dan jabatan politis lainnya”.
  2. Kami meminta Pemerintah Daerah Nabire, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Pusat, dalam hal ini instansi terkait untuk, sesegera mungkin menyelesaikan konflik penyerobotan lahan/atau block penambangan emas di Sungai Mosairo,Ulayat Suku Wate, khususnya Kampung Nifasi, Nabire-Papua antara PT. Kristalin Ekalestari dan PT. Tunas Anugrah Papua. Karena situasi ini berdampak pada kesejahteraan hidup, kesenjangan sosial dan konflik antar masyarakat pemilik hak.
  3. Kami merespon dan mendukung sikap Positif dari DPR Papua,Komisi I, yang berjanji akan membentuk PANSUS (Panitia Khusus) guna menangani konflik penyerobotan lahan/atau block penambangan emas di Sungai Mosairo antara PT. Kristalin Ekalestari dan PT. Tunas Anugrah Papua.
  4. Terkait keberadaan dua (2) perusahaan di Sungai Mosairo tentang legal dan ilegal, kami minta kepada semua pihak agar tidak mengklaim dan juga mempolitisir tentang kebenaran sebuah perusahaan akan keberadaanya. Biarkan; Mereka yang akan membuktikan perizinannya pada rana tertentu.
  5. Kami minta semua pihak tidak, mengintervinsi,mempolitisir dan memaksakan kehendak masayarakat pemilik hak. Biarkan masyarakat pemilik hak Suku Wate,Khususnya Kampung Nifasi yang akan menentukan investor (perusahaan) mana yang mereka inginkan secara Kolektif. Dan hak masyarakat menentukan pilihan berdasarkan UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua, Pasal 43 dan Peraturan Daerah Khusus Provinsi Papua No 22 Tahun 2008 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Masyarakat Hukum Adat Papua.
  6. Kami berharap instansi terkait,pemangku kebijakan baik Daerah Nabire, Provinsi dan Pusat agar segera mungkin menyelesaikan konflik yang sedang terjadi bagi masyarakat Suku Wate, khususnya Kampung Nifasi, Kabupaten Nabire-Papua, karena hak hidup untuk menentukan masa depannya sedang terancam.

Demikian siaran pers ini dibuat untuk diketahui dengan tujuan, mendorong sebuah penyelesaiaan yang arif dan bijaksana dan mementingkan keinginan kolektif masayarakat.

Terima Kasih

Hormat Kami; SOLIDARITAS UNTUK NIFASI

  1. Aleks Raiki (Kepala Suku Umum Wate),
  2. Roberthino Hanebora/Tino Yerisiam (Suku Yerisiam Gua, Nabire-Papua),
  3. Reyner Windesi (Kordinato Bihewa Falsh Community, Jurnalis TV Swasta Nasional dan Daerah, Nabire, Papua),
  4. Etha Yoweni (MHA Wenami,Nabire-Papua,
  5. Hanori Nanaor (Suku Wate),
  6. John NR Gobai/John Jose (Dewan Adat Papua/Koalisi Peduli Korban Kelapa Sawit Tanah Papua),
  7. Carol Ayomi Edo (Sekretaris I Bihewa Fall Community ( BFC ) Nabire,Papua),
  8. Mirna Haneborara (Kordinator Hak Perempuan Yerisiam),
  9. Aser Andoi (Tokoh Adat Hegure/Yaur),
  10. Septer Awujani (Suku Yerisiam Selatan/Erega, Kaimana, Papua Barat),
  11. Stevanus Manahara (MHA Teluk Umar),
  12. Andi Sayori (DAD Wenami),
  13. Ellon Raiki (Tokoh Adat Wate),
  14. Ottis Monei (Tokoh Adat Nifasi),
  15. Pietsau Amafnini (Jasoil Tanah Papua),
  16. LBH Papua
  17. Hollandia Yona (Forum Independen Mahasiswa, Wilayah Jayapura-Papua),
  18. Evan Selo (Tokoh Pemuda Kaimana),
  19. Fidra Putra Wisanggeni Wisanggeni (Cikarang Bekasi, Jakarta),
  20. Daud Monei (Tokoh Pemuda Nifasi, Nabire-Papua),
  21. Imanuel Moneiel Monei (Kepala Sub Suku Waoha, Nabire-Papua),
  22. Max Numberiri (Tokoh Pemuda Yapen),
  23. Reinhard Rumadas Rumadas (Tokoh Pemuda Makimi, Nabire-Papua),
  24. Anes Numfor (Sanca Papua, Papua, Barat),
  25. Andre Barahaminamin (LSM Pusaka, Jakarta),
  26. Chistine Karoline (Toko Perempuan Papua),
  27. Isabela Retop, Anna Retop (Solidaritas Perempuan Papua di Jakarta),
  28. SEKBER PAPUA, 54 LSM Papua-Papua Barat di Jakarta,
  29. Beni Naraha Lefran
  30. Revo A. Sangajiji (Ketua LSM LH-BUMI PAPUA HIJAU SEJATI),
  31. Gunawan Inggeruhii (Jubir Yerisiam, Nabire, Papua),
  32. Arkilaus Baho (Tokoh Pemuda Papua, Di Jakarta),
  33. Kostan Magablo (Pejuang Masyarakat Adat, Papua Barat),
  34. H Arifin Rumratu (Aliasnsi Muslim Sejawa-Bali/Penasehat Dewan Adat Raja Ampat),
  35. Nanci Barjo Worabay (Tokoh Perempuan Nabire/BFC),
  36. Markus You (Jurnalis Suara Papua),
  37. Pdt,H.Sinaga (Yayasan Predestinasti Papua),
  38. Hurmono Gobai (Tokoh Pemuda Papua),
  39. SKPKC Fransiskan Papua
  40. Irianda Thonci Yamban (Pemuda Hegure),
  41. Marthinus Taa (Tokoh Pemuda Nabire),
  42. Forum Independen Mahasiswa
  43. PMKRI Cabang Jayapura
  44. Elsham Papua
  45. JERAT Papua
  46. Tabloid Jubi
  47. Suara Papua
  48. Belantara Papua
  49. Solidaritas Perempuan Papua, Wilayah Nabire
  50. Solidaritas Perempuan Papua, Wilayah Yapen
  51. Daniel Yarawobi (Kepala Suku Besar Yerisiam Gua, Kabupaten Nabire-Papua),
  52. Pramono Hasprabu (Ketua Persatuan Anak Transmigran Indonesia/PATRI),
  53. Charles Tawaru (Tokoh Pemuda Mor),
  54. John Iyai (Kordinator Pemuda Anti Kapitalis Tanah Papua),
  55. Yohan Wanaha Raiki (Sekretaris Dewan Adat Kabupaten Nabire),
  56. GreenPeace Papua,
  57. Elsham Jakarta.

Check Also

dok. masyarakat adat yerisiam gua

Suku Besar Yerisiam Gua Menolak Pencaplokan Investasi Tambang PT. Pacific Mining Jaya

“Jangan Rampas Hak Kami” Suku Besar Yerisiam Gua adalah salah satu suku pribumi Kabupaten Nabire, ...

Tinggalkan Balasan